Blogger news

Active Search Results
Showing posts with label OBAT DAN PENYAKIT PADA KENARI. Show all posts
Showing posts with label OBAT DAN PENYAKIT PADA KENARI. Show all posts

Saturday, July 14, 2012

Burung kenari selalu megap-megap




Burung kenari yang selalu megap-megap
     Jika burung Anda tersengal-sengal atau sulit bernapas,bisa jadi hal itu disebabkan oleh serangan malaria unggas,meskipun penyakit yang lain juga bisa menyebabkan burung megap-megap sulit bernapas.
Memang,penyakit burung banyak sekali macamnya dengan gejala yang variatif. Salah satu penyakit bangsa burung adalah apa yang disebut sebagai malaria unggas."Binatang"

Kemunculan malaria unggas bisa dipicu oleh suhu dan kelembapan yang tinggi.
     Kondisi ini menyebabkan burung banyak minum untuk menurunkan suhu tubuhnya, sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya kondisi wet litter "(kotoran basah)"dan memicu munculnya kasus Luekocytozoonosis.
    Leukocytozoonosis kerap disebut penyakit malaria pada unggas,karena disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) yang bersifat parasit dan hidup di jaringan maupun sel-sel darah.
Menurut Slamet Riyadi (1985), pada iklim tropik penyakit ini bisa terjadi sepanjang tahun.
Malaria unggas tersifat dengan ditandai datangnya serangan yang tiba-tiba,anemia, limpa dan hepar membengkak diikuti dengan kematian.
Mortalitas pada outbreak yang akut dapat mencapai 10–80%.
Burung yang muda lebih peka,namun biasanya jarang terjadi pada burung sampai umur 6-8 minggu.
Protozoa penyebab penyakit ini adalah Leukocytozoon dan sebagai hospesnya adalah bangsa burung.
Yang biasa menyerang pada burung adalah L. caulleryi, L. sabrazesi dan L. adrewsi.
Seperti halnya protozoa yang lain,luekositozoon juga mengalami beberapa stadium
perkembangan. Perkembangan seksual dan fertilitas dari leukositozoon terjadi dalam tubuh vektor yaitu Cullicoides sp. dan Simulium sp. yang juga berperan sebagai penyebar penyakit ini.



Gejala Penyakit
     Burung yang terserang mengalami kelemahan umum,demam,merosot nafsu makan, lesu dan pincang atau paralysa "(kelumpuhan)".
Serangan penyakit yang tiba-tiba outbreak dan akut dan banyak menghasilkan variasi lesi,tetapi yang utama adalah pendarahan berbintik pada otot,jendalan darah dalam rongga perut pendarahan hati,kepucatan dan
anemi berat,kerusakan sel-sel darah putih (luekositosis),limpa dan hepar membesar.
Pada anemi yang parah,burung akan tampak sulit bernafas (tersengal-sengal atau megap-megap),disebabkan jumlah parasit yang ada di dalam dinding kapiler paru-paru meningkat.
Burung bisa muntah, kotoran (feses)berwarna kehijauan dan mati akibat pendarahan.
Bila peradangan sudah sampai otak maka unggas menunjukkan gerakan yang tak terkoordinir.
Mortalitas akan tinggi pada kasus akut dan subakut. Kematian akan mulai terjadi satu minggu pasca infeksi, sedang burung yang bertahan hidup pertumbuhan akan terhambat dan produksinya menjadi rendah. Biasanya burung diserang penyakit ini secara bertahap.

Diagnosa Infeksi Leukocytozoon dapat didiagnosa melalui pengamatan mikroskopik pada preparat apus
darah yang dicat dengan giemza.
Baik sel darah merah maupun sel darah putih bisa terinfeksi. Burung yang dicurigai terserang penyakit ini,gambaran darahnya akan tampak adanya protozoa tersebut,khususnya perkembangan dari protozoa stadium infektif. Selain itu,melalui uji mikroskopik dapat juga digunakan untuk mengetahui meluasnya jaringan yang rusak dari organ-organ seperti hepar, limpa,otak dan paru-paru Pencegahan dan kontrol Sebagai upaya pencegahan terhadap outbreak yang akut,khususnya yang disebabkan oleh L.caulleryi, dapat digunakan golongan sulfa,seperti Sulfaquinoxaline (0,005%) atau Sulfadimetoxine (0,0025%) di campur dalam makanan atau air minum. Bisa juga digunakan Pyrimethamine (0,00005%) atau Clopidol (0,0125 – 0,025%) dalam makanan,tetapi hanya diberikan sampai umur 18 minggu.
Kontrol diutamakan terhadap terjadinya kontak langsung antara vektor serangga dengan hospes. Penyemprotan dengan insektisida pada tempat-tempat yang diduga sebagai sarang vektor dapat sedikit membantu, meskipun belum bisa dikatakan sebagai tindakan pencegahan yang tuntas dan menyeluruh.



Pengobatan
Karna setelah saya searchig di google dan tidak menemukan obatnya atas penyakit ini saya berasumsi kalau di lihat dari upaya pencegahan disebutkan adanya beberapa golongan sulfa yang bisa mengatasi L. caulleryi, maka untuk pengobatannya menurut :
(penulis-Duto Sri Cahyono) yang postingannya juga membahas tentang penyakit ini  menduga (mohon dicatat, ini sekadar dugaan dari "Duto Sri Cahyono" yang jelas-jelas bukanlah ahli dalam ilmu kesehatan hewan) Bahwa golongan sulfa di atas juga bisa untuk pengobatan.
Yang lebih penting lagi, ketika burung Anda menunjukkan gejala-gejala serangan malaria unggas,maka akan lebih baik kalau selain diobati dengan obat-obatan unggas yang beredar di pasaran (cari yang dalam komposisinya terdapat golongan sulfa),lalu isolasikan burung tersebut. Gantang di tempat yang sirkulasi udaranya baik dan perlakukan secara khusus.

Suplemen yang mengandung vitamin A dan K, sangat di sarankan diberikan,untuk mempercepat penyembuhan..
Saran penggunaan vitamin A dan Vitamin K.
Karna saya pernah membaca sebuah artikel di sana disebutkan,dalam pengobatan unggas yang terserang koksidiosis bisa diberikan vitamin A dan K untuk mempercepat penyembuhan.










Cari Artikel Seputar Burung yang Anda Inginkan Disini

Kutu pada burung kenari


KUTU PADA BURUNG KENARI


KUTU BURUNG
Burung kenari juga sering diserang oleh kutu burung sehingga proses produksi dan penetasan telur yang dierami terganggu. Kutu burung yang menyerang kenari jantan akan mengakibatkan suara menjadi berkurang. Burung kenari yang terserang kutu burung menunjukkan tanda-tanda gelisah, sering menggigit-gigit bulu (Jw. didis), frekuensi suara berkurang, jika bulu burung disingkap akan tampak kutu-kutu yang bergerak di antara bulu. Jika tidak segera diobati, burung kenari yang terserang kutu burung lama kelamaan berat badan menjadi menurun, nafsu makan akan menurun, dan akhirnya mati.


PENYEBAB utama serangan kutu burung adalah kondisi sangkar yang kotor, lembab, berbau, dan burung jarang mandi.


PENCEGAHAN terhadap kutu burung dapat dilakukan dengan :
Rutin cuci kandang,setiap hari atau sepekan sekali sehingga kandang selalu bersih dan bebas kutu.
Cuci dengan sabun antiseptik atau juga semprot berkala dengan antikutu.
Jemur
Penjemuran,selain bermanfaat untuk burung,juga bisa meminimalisasi pengembangbiakkan jamur dan kutu di luar tubuh burung.
Hindari kondisi lembab untuk lingkungan burung.
Dalam hal sangkar misalnya, kalau dalam kondisi basah jangan langsung dimasukkan ke rumah. Keringkan,dan kalau perlu Anda punya hairdryer khusus sangkar/peralatan untuk burung.
Hairdryer akan sangat bermafaat kalau kita tidak sempat menunggu keringnya sangkar secara alamiah (sinar matahari) padahal pada saat yang sama sangkar (dan burungnya)harus segera masuk rumah.
Lakukan penyemprotan rutin dengan obat kutu atau antiseptik ke benda-benda yang berhubungan dengan burung dan juga lantai jemurnya (kalau sering meletakkan burung di lantai) dsb.menjaga kebersihan sangkar, menyediakan air yang cukup untuk mandi, dan burung sering dijemur.
Pastikan bahwa semua burung yang Anda miliki bebas kutu. Kalau membeli burung baru, pastikan semprot dengan larutan anti-kutu sebelum dicampur/dekatkan dengan burung lain.


PENGOBATAN
Sebelum melakukan pengobatan,pastikan burung dalam kondisi sehat secara umum.
Jangan melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit pilek dsb,
Karena pada saat itu daya tahan burung sedang lemah.
Dalam kondisi ini,kalau burung diterpa obat anti kutu dia akan mudah ngedrop karena obat tersebut minimal mengandung insektisida jenis tertentu yang bisa "memabukkan" burung.
Memilih kutu ada dua yaitu : Kimiawi dan non-kimiawi.


Kimiawi
obat-obatan yang dijual secara umum dengan nama/merek yang berbeda-beda.
Bentuknya juga macam-macam. Ada yang cair,serbuk juga pasta.
Penggunaan
Untuk menggunaan obat kimiawi,baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan dan ikuti secara disiplin.
Jangan bereksperimen untuk menambah atau mengurangi dosis yang ditentukan kecuali Anda sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau pernah mendapat informasi dari sumber/teman yang bisa dipercaya dan pernah mengaplikasikannya.
Perhatian:
Untuk obat kimiawi,
gunakan sebagaimana peruntukannya.
Jangan gunakan obat kutu untuk anjing pada burung.
Antikutu untuk hewan besar sangat beda konsentrasi zat beracunnya dibanding untuk burung.
Kalaupun Anda akan mengurangi dosisnya dengan cara kira-kira,maka akan berisiko tetap
kebanyakan (bisa menyebabkan burung kelenger…) atau kurang (bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif dan juga membuat kutu resisten/kebal sehingga semakin sulit dibasmi).
Non-kimiawi
obat bermacam-macam antara lain :
air rebusan daun sirih, air bekas cucian beras, air rebusan buah jambe (jarang dan sulit ditemukan) dll.
Penggunaan
Untuk pengobatan secara non-kimiawi:
~Air daun sirih: rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal).
Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulu terdalam.
Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung
(kalaupun kena juga nggak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus).
Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam(agar kutu dan telornya benar-benar mati.
~Untuk air bekas cucian beras,gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih. Sebenarnya,air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung.
Artinya,dia hanya bersifat "merontokkan" / melepaskan "pegangan" telor dan kutu pada bulu burung.
Dengan demikian,penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung). Artinya, penggunaan air cucian beras bisa dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif.
Pembasmian parasit burung secara menyeluruh,Sebenarnya yang disebut "kutu"adalah mengacu pada berbagai artropoda berukuran kecil hingga sangat kecil (wikipedia.com).
Nama ini dipakai untuk sejumlah krustasea air kecil (seperti kutu air),serangga (seperti kutu kepala dan kutu daun),serta — secara salah kaprah —
berbagai anggota Acarina (tungaudan caplak, yang berkerabat lebih dekat dengan laba-laba daripada
serangga). Semua disebut "kutu"karena ukurannya yang kecil.
Dengan demikian, pengertian awam istilah ini tidak memiliki arti taksonomi.
Dalam arti lebih sempit, kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, yang dalam bahasa Inggris mencakup flea (kutu yang melompat, ordo Siphonaptera) dan louse (kutu yang lebih suka merayap, kebanyakan ordo.
Phtiraptera yangn semuanya adalahparasit).
Dalam bahasa Indonesia keduanya tidak dibedakan, malah mencakup juga sebagian dari kerabat wereng (ordo Hemiptera) dan beberapa anggota ordo Coleoptera.
Untuk menjelaskan,diberi keterangan di belakang kata"kutu".
Para biologiwan berusaha mendayagunakan kata tuma bagi kelompok Phtiraptera, walaupun menyadari terdapat kesulitan dalam penerapannya.
Berkaitan dengan aneka jenis serangga yang sebenarnya juga menjadi pengganggu burung,seperti caplak dan gurem (kremi)
sebagai bentuk serangga yang lebih suka merayap dan bersifat parasit,sebaiknya kita memilih antikutu yang bisa mengatasi berbagai gangguan tersebut.
Saat ini telah diproduksi anti-kutu yang aman untuk burung tetapi manjur untuk membasmi bergagai jenis kutu, termasuk juga semut,parasit lain serta jamur (fungi) dan juga bisa digunakan sebagai antiseptik.
Antikutu tersebut adalah FreshAves. Sesuai namanya, FreshAves ditujukan untuk membuat burung fresh atau segar karena terbebas dari semua jenis serangga pengganggu seperti kutu burung, caplak, tungau, gurem,semut dan parasit pengganggu lainnya.
FreshAves mengandung permethrine dan piperonyl butoxide. Permethrine dikenal sebagai pestisida yang aman yang sudah diujikan untuk penyemprotan nyamuk demam berdarah di berbagai wilayah di Indonesia.
Berdasar uji coba tersebut,permethrine terbukti mempunyai aktivitas insektisidal yang sangat tinggi baik untuk lalat, nyamuk, kutu dan insekta pengganggu yang lain,baik terhadap kecepatan kerja maupun efek residualnya. Dan yang lebih penting lagi, aman untuk hewan peliharaan dan manusia.
Sedangkan piperonyl butoxide merupakan sinergis dari permethrine, yakni berfungsi meningkatkan daya racun.
Perlu diketahui, (zat) sinergis dalam insektisida bisa jadi tidak beracun tetapi bisa meningkatkan daya bunuh terhadap obyek. Contoh :
sinergis ini, selain piperonyl butoxide adalah sesamin (minyak yang berasal dari biji wijen).
Dengan kandungan seperti itu,FreshAvesl sangat tepat untuk digunakan sebagai pembasmi kutu dan segala parasit pengganggu burung Anda.













Cari Artikel Seputar Burung yang Anda Inginkan Disini


Tungau pada burung kenari



















TUNGAU PADA BURUNG KENARI
Apabila rekan-rekan hendak membeli kenari baru yg di beli dari PB atau rekan sesama pecinta burung hendaknya mengamati hal ini dengan melihat sekilas kondisi bulu burung.
Mungkin hal yang sering dilupakan bahwa bulu yang sudah bagus dianggap sudah terbebas dari gangguan tungau (kutu).
Dalam perawatan kenari 'baru' dianjurkan untuk melakukan karantina terlebih dahulu hal ini sebagai antisipasi dari berbagai gangguan bawaan, mengkarantinakan burung yg baru beli dimaksudkan agar kita dapat mengamati dan membedakan kualitas burung yang sudah kita punyai dengan burung yang baru kita beli.
Tungau Merah bentuknya seperti layaknya tungau padi namun
berwarna merah dan kelihatan lebih besar dari tungau lain yang sering menyerang kenari. mungkin rekan-rekan dapat melihat gambar yang sempat saya ambil, tungau ini seakan badannya penuh dengan darah yang bening.
Beberapa analisa menyebut tungau ini dengan julukan Kutu Penghisap Darah,kebenarannya sayapun kurang mengerti, yang saya tahu beberapa kasus kematian mendadak setelah saya periksa ditemukan tungau Jenis tungau ini bergerombol pada satu tempat dan badannya gemuk seakan memang berisi darah.
Beberapa pendapat juga meyakini bahwa tungau merah merupakan kutu yang paling berbahaya dan pemelihara wajib ambil langkah segera untuk membasminya.
Tungau ini mampu membawa kematian dengan cepat dalam hitungan jam, karenanya beberapa gejala juga perlu kita waspadai.
Banyak kejadian burung yang beberapa jam sebelumnya mampu bernyanyi indah seketika mati, burung tiba-tiba terjatuh dari tangkringan dan kelihatan limbung.
Mungkin rekan-rekan boleh menafsirkan sendiri penyebab kematiannya, tetapi tidak ada salahnya kita waspada, kondisi seperti ini juga berlaku pada burung yang sudah terkena serangan tungau merah.
Tungau ini diyakini menggerombol dan secara periodik menyerang bersama sama.
Gejala yang mungkin kita kenali secara umum saat kenari kita mematuki bulu dengan tiba tiba, atau sering gelisah, kecenderungan ingin mandi saat melihat air ( meskipun malam hari ), bulu kusam dan perlahan tubuh kurus, ini merupakan gejala kutu pada umumnya.
Ada sedikit perbedaan dengan analisa jika terkena kutu merah, bulu burung mungkin tidak terlalu kusam tetapi bulu agak mengembang diikuti kurus dan dalam tempo yang lebih singkat. Apabika Terlambat menanganinya maka akan menyebabkan kematian.
Secara teori tungau akan bergerak dari bawah keatas melewati atas tenggorokan dalam 1 kali 24 jam ,




karenannya pengobatan yang efektif dengan memberikan tetes pada tengkuk, hal ini juga memberikan efek, pada pengobatan kenari yang mengalami gangguan tenggorokan.
Namun untuk pengobatan burung yang terkena tungau merah ini disarankan untuk merawat secara lebih detail dan memperhatikan tempat yang sering dijadikan hunian tungau.\

PENCEGAHAN
-Pastikan bahwa semua burung kenari yang Anda miliki bebas kutu.
Kalau membeli burung baru, pastikan semprot dengan larutan anti-kutu sebelum dicampur/dekatkan dengan burung lain.
Terlebih lagi, jangan langsung dimasukkan ke karamba umum (karamba yang dipakai bareng bergantian dengan burung lainnya di rumah Anda). Kalau memang kutuan, air bekas mandi burung tersebut pasti meninggalkan telor/kutu yang bisa menular ke burung lain saat burung lain mandi di tempat tersebut.
Bersihkan dengan menyemprot karamba yang habis digunakan oleh burung baru itu dengan obat anti kutu.
Sama dengan masalah karamba,juga masalah kerodong. Jangan saling tukar kerodong dengan kerodong "burung asing".
Kalau dapat kerodong dari teman, pastikan juga dicuci bersih dan diobati anti kutu.
-Rutin cuci sangkar burung kenari Anda, tiap tiga hari sekali atau sepekan sekali ketika burung Anda dimandikan di karamba.
-Jemur. Penjemuran, selain bermanfaat untuk burung, juga bisa meminimalisasi pengembangbiakkan jamur dan kutu di luar tubuh burung.
-Hindari kondisi lembab untuk lingkungan burung.
-Lakukan penyemprotan rutin dengan obat kutu atau antiseptik ke benda-benda yang berhubungan dengan burung.

PENGOBATAN

-Sebelum melakukan pengobatan, pastikan burung kenari dalam kondisi sehat secara umum. Jangan
melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit pilek dsb karena pada saat itu daya tahan burung
sedang lemah. Dalam kondisi ini, kalau burung diterpa obat anti kutu dia akan mudah ngedrop karena obat kutu biasanya mengandung insektisida jenis tertentu yang bisa "memabukkan" burung.
Memilih obat. Obat kutu ada dua. Kimiawi dan non-kimiawi.

Kimiawi adalah  : obat-obatan yang dijual secara umum dengan nama/merek yang berbeda-beda.
Bentuknya juga macam-macam. Ada yang cair, serbuk juga pasta.


Penggunaan
-Untuk penggunaan obat kimiawi, baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan dan ikuti secara disiplin. Jangan bereksperimen untuk menambah atau mengurangi dosis yang ditentukan kecuali Anda sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau pernah mendapat informasi dari sumber/teman yang bisa dipercaya dan pernah mengaplikasikannya.


Obat non-kimiawi adalah : obat-obatan yang di dapat secara alami, obat non-kimiawi ada bermacam-macam,antara lain air :
Rebusan daun sirih, air bekas cucian beras, air rebusan buah jambe (jarang dan sulit ditemukan) dll.

Penggunaan
-Untuk pengobatan secara non-kimiawi:
-Air daun sirih: rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal).
Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa
banyak mengenai mata burung (kalaupun kena juga nggak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus).
Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam (agar kutu dan telornya benar-benar "tahu rasa deh" hehehe).
-Untuk air bekas cucian beras, gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih. Sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, dia hanya bersifat "merontokkan" / melepaskan "pegangan" telor dan kutu pada bulu burung. Dengan demikian, penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung). Artinya, penggunaan air cucian beras bisa dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar- benar efektif.






Cari Artikel burung kenari di sini

Bubul atau sisik pada kaki kenari


BUBUL/SISIK PADA KAKI KENARI

Penyakit bubul (bumble foot) adalahjenis penyakit yang sering menyerang hampir semua jenis burung.
Penyebab penyakit bubul adalah bakteri Staphylo coccus. Bakteri ini menyerang permukaan kulit, terutama kulit telapak kaki. Faktor utama yang menyebabkan timbulnya penyakit bubul adalah kebersihan sangkar, khususnya tempat bertengger.

Tanda-tanda serangan penyakit bubul yang dapat dilihat adalah kaki membengkak, kuku memanjang, sisik kaki melebar atau merenggang. Jika serangan penyakit bubul mi dibiarkan, maka lama kelamaan infeksi penyakit tersebut akan melebar dan bertambah besar.

Pencegahan penyakit bubul
Dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sangkar dan tempat betengger burung.

Apabila burung sudah terserang penyakit bubul cara penanganannya dengan cara:

1.cuci kaki kenari dengan air hangat yg telah di taburi garam trus keringkan kaki kenari dgn kain kering.

2.olesi kaki kenari dgn salep u*tr*ci*in.jangan terlalu banyak karna burung kenari akan menggigit kakinya dan salepnya akan termakan.berikan sekali dalam seminggu.








Cari Artikel Seputar Burung yang Anda Inginkan Disini


Friday, July 13, 2012

Penyakit kista pada kenari



     Burung kenari dapat terkena penyakit kista yakni adanya semacam benjolan pada salah satu sisi tubuh burung, bisa tumbuh di bagian dada, perut, kaki, atau kepala.
Beberapa kalangan menilai ini suatu penyakit yang tidak punya efek kematian secara langsung. Akan tetapi dalam suatu pemeliharaan hal ini serasa cukup mengganggu, meskipun pada dasarnya penyakit yang berupa benjolan ini akan membesar dan akhirnya akan mengering, yang menjadi permasalahan justru benjolan itu tumbuh membesar dan mengganggu. Hal inilah yang dirasa perlu untuk diambil tindakan yaitu operasi pada ujung benjolan yang sebelumnya harus dipastikan dulu adanya tanda sudah mengering.
     Mengutip sebuah artikel dari, Julio José Fernández Polledo &Nacho Morató Sari yang aslinya ditulis dengan bahasa Spanyol ini dirasa perlu mengingat banyaknya kasus penyakit seperti ini ditemukan pada kenari.
     Berikut ini adalah cara melakukan operasi ringan yang dapat dilakukan terhadap kista yang menempel di tubuh kenari.

Alat-alatnya yang dibutuhkan adalah :
  • Pisau
  • Tajam/silet
  • penjepit
  • Alkohol
  • Betadine
  • Plester/lem dan tentunya
  • Lap kain halus
Langkah - langkahnya sebagai berikut :
  • Iris bagian atas kista cari kulit yangpaling kering, jika tidak memungkinkan irisan memanjang dapat diiris menyilang {X}, plester yang dipotong kecil untuk antisipasi adanya sayatan yang mengenai kulit normalnya.
  • Ambil penjepit untuk membuka kulit secara perlahan, buka secukupnya jangan sampai terlalu lebar atau bahkan sampai kulit basahnya, lalu tarik perlahan dengan bantuan jari untukmendorong kista ini keluar.
  • Setelah kista diambil, biasanya tidak begitu banyak keluar darah apabila ujung benjolan sudahmengering saat dioperasi, lalu bersihkan dengan alkohol/peroksida dan dilanjutkan dengan betadine secukupnya.Langkah selanjutnya adalah memantau sampai beberapa hari kedepan jika memungkinkan masih ada kista di dalam bekas lubang kista itu harus dibersihkan secara tuntas.


     Memang hal ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian agar bekas luka itu benar benar bersih, selain itu kadang di dalam lubang kista itu masih terdapat gumpalan yang masih basah dan melekat pada kulit hal ini perlu kecermatan dalam menangani karena ini kemungkinan akan adanya pendarahan kalau terburu buru.
     Beberapa kali cara penyembuhan luka ini akan diiringi menutupnya lubang bekas kista, jadi alangkah baiknya jika dapat memanfaatkan waktu yang tepat agar kista benar benar bersih sebelum lubang itu menutup sekitar 20 hari, jika masih ada sisa memungkinkan kista itu akan tumbuh lagi dan membesar.

sumber : www.laropstars.com









Cari Artikel Seputar Burung kenari yang Anda Inginkan Disini