Blogger news

Active Search Results

Saturday, July 14, 2012

Khasiat daun anting-anting

                    KHASIAT DAUN ANTING-ANTING



Sekilas tentang Daun Perah
Daun Anting-anting (Acalypha australis Linn.)
Familia : Euphorbiaceae

Uraian : Herba ,semusim ,tegak ,berambut ,bercabang ,dengan garis memanjang kasar.
Tinggi batang : 30-50 cm
Tumbuh di pinggir jalan,lapangan rumput,lereng gunung.

Daun : letak berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi bergerigi,panjang 2,5-8 cm, lebar 1,5-3,5 cm.
Bunga : berkelamin tunggal dan berumah satu ,keluar dari ketiak daun ,bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai.
Buahnya : sangat kecil.
Akar : dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.


Nama Lokal :Tie xian (China).;

Pemanfaatan :
Bagian yg di gunakan seluruh tanaman,pemakaian segar atau kering.


Khasiat daun "Perah" untuk burung :

khasiat daun perah adalah dapat menjernihkan suara burung
Suara serak burung biasanya disebabkan oleh adanya luka yang berlanjut dengan infeksi di kerongkongan.
Kalau luka sudah bisa disembuhkan dengan antibiotik.
Seringkali pula burung serak bukan karena adanya luka tetapi karena banyak lendir di kerongkongannya.
Dalam hal ini, burung tetap terlihat segar bugar ditandai dengan makan lahap dan gerak lincah, tetapi suara serak, atau bahkan kadang terlihat megap-megap.
Jika hal itu yang terjadi kemungkinan besar kerongkongan burung Anda memang dipenuhi lendir ataupun ada sisa makanan menutup lubang hidung.


Coba lakukan langkah berikut ini :

     Periksa lubang hidung burung ,banyak di antara kita tidak menyadari bahwa ternyata lubang hidung burung kita tertutup kotoran, bisa berupa lendir yang mengering ataupun sisa makanan yang mengering. Jika memang ada bagian yang ,tertutup ,maka burung perlu segera dipegang dan Anda bersihkan lubang hidungnya Lubang hidung yang tertutup menyebabkan suara burung tidak bisa keluar semua.(banyak kosongnya) dan juga burung sering terlihat megap-megap ataupun sekedar banyak membuka paruh.
Jika lubang hidung tidak tersumbat, maka burung Anda perlu "diperah".
     Perah di sini diambil dari nama daun jenis tumbuhan perdu yang bernama "perah" (atau sering disebut "Daun anting-anting/lateng putih").
     Tumbuhan ini banyak dijumpai di halaman rumah ataupun di kebun-kebun/tegalan/ sawah.
Daun ini biasanya untuk "memerah" merpati ataupun burung perkutut agar kerongkongannya terbebas dari
lendir.


Cara pemakainnya :


  • Ambil 5-7 daun perah, bersihkan,keringkan,dan kemudian dilumat-lumat agar lembek (jangan sampai hancur).
  • Setelah dilumat-lumat, tetesi 1-2 tetes air bersih. Lumat-lumat lagi.maka jika diperas, akan keluar air berwarna hijau, yakni air perasan daun perah.
  • Air ini kemudian diteteskan ke mata burung, masing-masing 1-2 tetes(Perhatikan cara memegang burung, jangan sampai terlepas tetapi jangan pula sampai tergencet.
  • Setelah ditetesi air perah,burung biasanya langsung "kelenger" seperti sekarat dengan mulut megap-megap.Sembari terus dipegang, usahakan paruh burung berada di bawah dan ekor di bagian atas sehingga cairan kental yang mengalir dari mulutwburung bisa lancar keluar.
  • Biarkan kondisi ini sampai sekitar 10 menit.
  • Kalau belum ada 10 menit burung sudah membuka mata sambil koar-koar, maka perlu ditetesi lagi 1-2 tetes air perahan daun perah.Kalau ada lendir yang tidak juga menetes dari paruh burung,bantu untuk dikeluarkan dengan cara diurut-urut dengan jari (minta bantuan teman lain untuk melakukan "pemerahan").
  • Setelah hal itu berlangsun selama sekitar 10 menit Kemudian semprotkan kedua mata burung sampai benar-benarbersih.
  • Masukkan burung kekaramba atau bisa juga di semprot sampai basah.

     Setelah masa pemerahan biasanya burung terus mengibas-ngibaskan kepala/paruh dan mengeluarkan lendir-ledir yang belum keluar semaunya.
     Kondisi ini bisa berlangsung selama 2-3 jam (bahkan ada yang sampai 2 hari kemudian masih sering mengibaskan kepala dan mengeluarkan ingus/lendir).
     Setelah diperah, maka Anda akan menjumpai suara burung Anda lebih nyaring dan jernih dari sebelumnya.










Cari Artikel Seputar Burung kenari yang Anda Inginkan Disini

0 comments:

Post a Comment

Loading...